Dukung Benih Swadaya, BRMP Bali Dampingi Penangkaran Padi di Subak Guama
Tabanan, 13 Mei 2026 - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Bali (BRMP Bali) menyerahkan benih sumber padi kepada petani Subak Guama, Tabanan. Benih sumber tersebut diperoleh melalui pembelian mandiri KUAT Subak Guama. Kegiatan penyerahan benih juga dihadiri oleh petugas dari UPTD BPSBTPHBun Provinsi Bali, Koordinator BPP Kecamatan Marga, penyuluh, pekaseh, dan petani penangkar.
Menurut Ni Putu Sutami (Penyuluh BRMP Bali) mengatakan benih yang diserahkan merupakan benih sumber berlabel kuning yang memiliki mutu genetik dan mutu fisiologis sesuai standar perbenihan. "Dalam sistem produksi benih, penggunaan benih sumber menjadi tahapan mendasar karena sangat menentukan kualitas benih yang akan dihasilkan pada proses penangkaran berikutnya. Benih sumber yang baik akan menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih seragam, tingkat kemurnian varietas yang tinggi, serta potensi hasil yang lebih optimal" jelasnya.
Sutami menambahkan secara ilmiah, mutu benih memiliki hubungan erat dengan produktivitas tanaman. Benih dengan tingkat kemurnian genetik yang tinggi mampu mempertahankan karakter unggul varietas secara konsisten, sementara daya tumbuh yang baik akan meningkatkan vigor tanaman sejak fase awal pertumbuhan. "Oleh sebab itu, penggunaan benih sumber bersertifikat menjadi syarat penting dalam kegiatan produksi benih padi bermutu" tambahnya.
I Gusti Agung Indra Mertawan dari UPTD BPSBTPHBun Provinsi Bali juga memberikan penjelasan mengenai pentingnya menjaga mutu varietas sejak awal pertanaman. Penangkar diingatkan agar nantinya menerapkan budidaya sesuai standar produksi benih, termasuk menjaga isolasi varietas, melakukan seleksi tanaman tidak seragam (roguing) serta memperhatikan pengelolaan pertanaman secara intensif. "Pertemuan kali ini langkah awal agar proses penangkaran nantinya dapat berjalan sesuai standar dan menghasilkan benih yang memenuhi persyaratan sertifikasi" ujarnya.
Sementara itu Pekaseh Subak Guama, I Nyoman Miasa menyampaikan, kebutuhan benih bermutu di tingkat petani masih cukup tinggi. Hal tersebut menjadi motivasi penangkar mengadakan benih sumber secara mandiri.
“Kami juga berharap dukungan dari semua pihak, agar penangkaran benih di Subak Guama ini dapat lebih berkembang lagi” ujarnya.
Selanjutnya Manager KUAT Subak Guama I Wayan Atmajaya juga menambahkan bahwa penangkaran benih adalah usaha yang memiliki nilai ekonomi lebih bagi petani. "Keberadaan penangkar lokal memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Produksi benih yang dilakukan langsung di tingkat petani akan mempermudah distribusi benih, meningkatkan ketepatan varietas sesuai kondisi agroekosistem setempat, serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan benih dari luar daerah" ungkapnya.
(Sutami)